Samsung Galaxy Watch 4 Tak Bawa Charger dalam Kotak

Samsung Galaxy Watch 4 Tak Bawa Charger dalam Kotak

Jakarta, Tristach info Samsung diperkirakan akan merilis jam tangan pintar baru yang dijuluki Galaxy Watch 4 dan Galaxy Watch Active 4, di acara Galaxy Unpacked untuk seri Galaxy Z pada bulan Agustus mendatang.

Peralihan dari Tizen ke Wear OS membawa beberapa peningkatan dalam segi efisiensi baterai. Dan kabarnya, seperti dikutip Slash Gear, Galaxy Watch 4 dan  Galaxy Watch Active 4, tidak didukung dengan pengisi daya di dalam kotak pembelian.

Langkah itu akan sejalan dengan penghapusan pengisi daya Samsung dari kotak Galaxy S21, tentunya ini merupakan situasi yang sangat berbeda. Tidak seperti smartphone, pengisi daya jam tangan pintar tidak sepenuhnya kompatibel satu sama lain.

Kecuali Samsung memperkenalkan metode baru untuk mengisi daya Galaxy Watch 4, pembeli mungkin juga terpaksa melakukan pembelian pengisi daya terpisah, yang merupakan kabar baik bagi Samsung tetapi tidak bagi konsumen.

Untuk urusan baterai, seperti dilaporkan 91Mobile menemukan sertifikasi untuk jam tangan pintar SM-R865F dan SM-R860 yang mencantumkan, mereka memiliki baterai berkapasitas 247 mAh.

Sementara mengenai spesifikasi, bseberapa detail tentang perangkat yang dapat dikenakan ini telah terungkap melalui aplikasi Galaxy Wearable. Samsung Galaxy Watch 4 dilaporkan mendukung fitur pemantauan kadar gula darah.

Fitur kesehatan itu mungkin datang sebagai salah satu fitur utama dalam Galaxy Watch 4. Fitur baru Samsung nantinya akan bergabung dengan ECG dan akan memberikan daya tarik yang lebih besar pada Galaxy Watch 4 sebagai perangkat yang dapat dipakai secara medis.

Baca JUGA:Samsung Galaxy Watch 4 dan Watch Active 4 Bakal Hadir Dengan Wear OS

Sesuai laporan, fitur tersebut memanfaatkan sensor optik yang dapat mendeteksi kadar glukosa (gula) darah. Fitur semacam ini sangat penting bagi penderita diabetes. Namun, ini dapat membantu orang lain untuk memantau glukosa dan kembali dari keadaan pra-diabetes.

Rupanya, Samsung berencana menggunakan metode berdasarkan spektroskopi Raman. Ini dikembangkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Samsung dan MIT. Sensor optik mengumpulkan informasi dari panjang gelombang yang disebabkan oleh getaran material saat sinar laser tersebar setelah mengenai material. Keakuratan sinyal inilah yang telah dicapai oleh MIT dan Samsung.