Respon Ancaman Siber Spyware Israel, Kominfo Perkuat Edukasi dan Literasi Digital Masyarakat  

Semakin Gahar, Serangan Siber Pada Sektor Industri Kian Meningkat

Jakarta, Tristach info – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan perhatian serius pada upaya pemantauan terhadap beragam ancaman siber di Indonesia termasuk ancaman siber, Candiru.

Perlu Anda ketahui, serangan siber berbentuk Spyware yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi NSO Group asal Israel ini memiliki kemampuan mematai-matai pengguna dan mencuri data melalui smartphone.

Baca juga: Hambat Pembahasan RUU PDP, Sebenarnya Seberapa ‘Penting’ Polemik Badan Keamanan data Pribadi?

Dan kegiatan seranganya kian meruncing, ketika Citizen Lab bersama dengan Microsoft menginformasikan jika serangan tersebut telah mengincar para aktivis, jurnalis, hingga politisi, termasuk di Indonesia.

Merespon hal itu Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi menegaskan temuan tersebut telah dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk di antaranya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Peraturan perundang-undangan mengamanatkan agar Pemerintah melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan informasi dan transaksi elektronik. Amanat tersebut dilaksanakan melalui edukasi dan literasi masyarakat melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional Siberkreasi Kementerian Kominfo, dengan target 12,4 juta masyarakat di 514 kabupaten dan kota pada 34 provinsi setiap tahunnya, hingga mencapai total akumulasi 50 juta masyarakat terliterasi di tahun 2024. Tujuannya adalah agar mampu meningkatkan ketahanan terhadap ancaman negatif internet, salah satunya ancaman keamanan siber,” ujarnya, Senin (19/7).

Baca juga: Pembahasan RUU PDP Mandek!

Lalu Dedy juga menghimbau masyarakat untuk terus menjaga keamanan gawai dan data pribadinya, dengan terus memperbarui password secara berkala, memasang fitur Multi-Factor Authentication pada aplikasi yang  mengelola data pribadi, memastikan perangkat yang digunakan memiliki fitur keamanan yang terbaru atau up-to-date, serta selalu berhati-hati dalam mengakses suatu konten.

“Jika ditemukan konten-konten negatif termasuk yang berpotensi mengancam keamanan siber, masyarakat dapat melakukan pelaporan melalui  kanal aduankonten.id atau kanal lain yang telah disediakan,” lanjutnya.