Badminton Denmark Alami Krisis Keuangan, Piala Thomas dan Uber Dalam Ketidakpastian

Badminton Denmark Alami Krisis Keuangan, Piala Thomas dan Uber Dalam Ketidakpastian

Berita Badminton : Pada Rabu (12/8) waktu Kopenhagen, menurut situs TV2 Denmark, Bo Jensen, direktur Federasi Badminton Denmark, mengakui dalam sebuah wawancara bahwa karena krisis keuangan saat ini dan bahkan beresiko mengalami kebangkrutan, Piala Thomas dan Uber yang diadakan di Denmark tahun ini kemungkinan dibatalkan.

“Perekonomian telah terpukul parah. Jika kami tidak mengambil tindakan pencegahan, kami pasti tidak akan dapat menjadi tuan rumah Piala Thomas dan Uber. Kami dapat menggunakan beberapa program bantuan, tetapi rencana saat ini tidak dapat menutupi kerugian dan defisit kami,” kata Bo Jensen.

Bo Jensen mengatakan secara blak-blakan bahwa karena wabah pandemi ini, Piala Thomas dan Uber kemungkinan besar akan diadakan tanpa penonton, dan tidak akan terlalu banyak sponsor yang mendukung. Oleh karena itu, menjadi tuan rumah acara tidak akan bisa memenuhi kebutuhan.

Dengan kekuatan Federasi Badminton Denmark, Piala Thomas dan Uber tidak dapat diadakan. Kapasitas dan respon yang dia harapkan adalah meminta bantuan dari pemerintah.

“Orang harus tahu bahwa mungkin tidak ada penonton, atau mungkin ada sangat sedikit penonton, yang berarti pendapatan karcis masuk juga akan turun. Oleh karena itu, menurut saya negara kami harus menghadapinya bersama masalah ini,” ungkapnya.

Bo Jensen menambahkan jika pemerintah Denmark tidak mendukungnya, Piala Thomas dan Uber tahun ini bisa saja dibatalkan.

Kompetisi beregu Piala Thomas dan Uber 2020, semula rencananya akan diadakan di Aarhus, Denmark pada 16 hingga 24 Mei. Namun karena mewabahnya pandemi tersebut, kejuaraan ditunda lagi pada 3 hingga 11 Oktober.

Sekarang dengan kurang dari dua bulan sebelum tanggal dimulainya kejuaraan, apakah Piala Thomas dan Uber tahun ini bisa digelar atau tidak adalah tanda tanya besar.

Artikel Tag: Piala Thomas 2020, Piala Uber 2020, Badminton Denmark